Juara Balap Indonesia

January 23, 2007

ORANG INDONESIA TERLAHIR SEBAGAI PEMBALAP

Tidak salah, karena satu syarat bertahan hidup di jalanan (kota2 besar) indonesia; memiliki skill seorang pembalap. Sebagai rakyat Indonesia sekaligus seorang pengendara motor handal, saya harus mempunyai pandangan mata yang tajam, mampu melihat celah sekecil apapun untuk melaju, Off road keluar masuk jalan, naik turun trotoar. Harus mampu meliuk-liuk ksana kemari, mencari sisi start paling strategis paling depan di lampu merah. Lima detik sebelum warna hijau menyala, motor harus sudah ditancap demi mencuri start menuju yang terdepan. Jadi memang tepat iklan sebuah kendaraan bermotor, selalu yang terdepan.

Begitu pula dengan mobil, jangan mau kalah juga. Kebut terus seraya di padang pasir paris-dakar meninggalkan debu dan asap dibelakang. “Eat my dust!” teriak kita pada pembalap lain dibelakang. Yaa karena dipadang pasir tidak ada tempat parkir, dan boleh parkir semaumu dipadang pasir seluas itu. Jadi disini juga begitu, parkir ditrotoar, parkir di jalan yang sempit, kalo lecet kesenggol mobil lain mencak-mencak.

Sebagai rakyat dengan jiwa pembalap, tentu dong semangat kompetisi harus dijunjung tinggi, agar selalu terdepan dan juara. “Juara apa?” Tanya temen saya,”Emang ada garis finishnya?”

Saya jadi bingung sendiri,”Ada!” Kata dia lagi,”Ada tiga pilihan finish buat semua orang, kalo ga di rumah sakit, penjara, atau kuburan skalian!”J

Siang malam lampu menyala

Bukannya pemborosan lho. Kalau ada sepeda bermotor lampu menyala pada siang hari kita mengkejap-kejapkan tangan kita, memberi tanda padanya kalau lampunya menyala. Tapi kalau Anda tetap jadi orang baik dan melakukannya sekarang, akan kecapekan sendiri. Semua sepeda motor menyala lampunya.

Ya benar. Hari ini (senin 22-1-2007) di Bandung dimulai aturan jalan raya baru, motor harus manyalakan lampunya. Ngikut kota seniornya batavia, alias jakarta. Sebagai pengendara motor andalan tentu saya bertanya-tanya, kenapa siang hari lampu harus dinyalakan? “Oh, mungkin karena skarang jumlah pengendara motor smakin bertambah banyak karena motor skarang murah meriah bak kacang goreng” Seorang teman berasumsi.”Karena banyaknya itu maka lampunya harus nyala biar terlihat kalau ada motor.”

“Lho, bukannya tambah banyak? Kan jadi gampang keliatan.”

“Oo, mungkin supaya bisa mbedain mana motor, mobil, angkot, bajaj, atau becak dan pejalan kaki.”

“Lho, apa bedanya?” “Jelas gampang, kalo pejalan kaki jelas ga ada lampunya, kecuali dia tukang ronda malam yang bawa senter kmana-mana.”

Mungkin belum masuk ke logika kami. Dalam kecepatan tinggi, memang motor menyalakan lampu depan agar kendaraan lain minggir ada motor kenceng mau lewat, tapi kalo dalam kota? Akhirnya kami berkesimpulan bahwa ini demi kepentingan dan keselamatan pengendara sepeda motor juga. Kalau lampu menyala maka kendaraan didepannya akan silau jadi segera tahu kalau ada sepeda motor di depannya segera waspada. Bukan silau terus nabrak pagar tetangga.

Eh mungkin kalo kita kejap kejapkan tangan ngasih tanda kalo lampu belum nyala, soale di pengkolan ada pulisi 🙂

Okay para juara, hati-hati dijalan ya dan tetap waspada!

Advertisements

7 Responses to “Juara Balap Indonesia”

  1. triadi Says:

    la ini peraturan gebyah uyah istilahe.. peraturan yang cocok buat satu kota belum tentnu cocok baut yang lain…iya kalo di jakrta bisa dipahami lah, lampu motor dinyalain karena jalannya lebar2 dan panas banget, sehingga kalo siang biasnya sering timbul fatamorgana bagi pengendara lain terutama mobil…tapi kalo di bandung, la wong jalannya aja sa upil-upil, sempit, dan macet lagi, boro-boro ngebut..pak!! ya yang ada malah tambah mboros-mborosi!

    tul pak, mending gebyah2 sendiri aja.

  2. bu guru Says:

    kok sprtinya suka latah yah, tiap kali ada peraturan baru. bukannya dilihat dulu tuh peraturan suitable ga bwt di terapkan di kota lain?

    btul bu guru gita, setuju.

  3. Anang Says:

    ga trima.. ini bukan ngikut jakarta.. hehe jakarta ngikut surabaya… berarti bandung juga ngikut surabaya… titik!!!!

    🙂 kalau saya terpaksa ikut mas, dimarahin pulisi je…

  4. adhi2210 Says:

    Mau cerita dikit oom Joni. Di Jepang sini, gak di kota besar, gak di kota kecil, gak siang, gak malam, semua lampu motor 50 cc (di sini kebanyakan motor yang ada motor dengan cc segitu, untuk ditumpangi 1 orang doang)… balik lagi, semua lampu motor 50 cc nggak bisa dimatikan. Alias hidup terus sepanjang hari… Terus di beberapa kota, mobil taxi dan bus juga diwajibkan lampu depan-nya untuk terus dinyalakan sepanjang hari. Alasannya… maaf, saya juga kurang tahu dan sedikit heran pas pertama kali mengetahuinya. Sudah berusaha mencari-2 alasannya, tidak menemukan. Kali Surabaya ngikut Jepang ya? Berarti Bandung ngikut Jepang dong?


    hehe, emang orang indon paling pinter ngikut-ngikut, eh ntar aku ngikut ke jepun ya…

  5. otong Says:

    sepeda motor itu mahluk yang ringkih… hi hi hi, tersenggol spion mobil bisa terpontal pantil itu motor sekaligus “joki”nya. Menurut saya, (karena tidak ada keterangan resmi), kewajiban menyalakan lampu sepeda motor ini dimaksudkan sebagai “alert” bagi pengemudi kendaraan beroda empat atau lebih agar waspada terhadap penampakan mahluk ringkih yang bersinar itu. Sinar lebih visible dibanding bendanya sendiri.
    Di Singapur peraturan itu diterapkan sejak tahun 1989, berarti jepun ikut2an singapur dong?? halah!!

    singapur emang hebat 🙂

  6. jnjontor Says:

    jadi siapa ngikut siapa neeh? 😛

    dapat update informasi nih, menurut teman saya dari Persatuan Penumpang Angkutan Umum dan Pejalan Santun Indonesia disingkat PPAUPSI, dibaca paupsi, jadi knapa lampu dinyalakan? ini efektif di jalan yang lurus lebar dan panjang.

    Dalam keadaan cuaca cerah matahari besinar terang, maka akan muncul fatamorgana dijalan. Temen-temen sering ngeliat khan? nah biasanya pandangan terbiaskan oleh fatamorgana tersebut. Nah lampu berguna sekali disini. bgiituuu

  7. bagonk Says:

    oooh… kirain mataharinya kurang terang, jadi dibantu lampu, begitu…. 😛

    sebenernya matahari emang dah pada tutup…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: